8 Tips Menjaga Baterai Ponsel Agar Tetap Awet

Baterai Ponsel
Dok. brainberries.co

 

BandungKlik – Kini keberadaan ponsel smartphone tak hanya sebagai alat komunikasi, tapi sudah menjadi gadget penting bagi sebagian orang. Untuk itu perlu menjaga smartphone agar tidak rusak dan tak hilang. Termasuk menjaga baterai ponsel agar tetap dalam kondisi awet.

Berikut di bawah ini ada 8 tips menjaga baterai ponsel smartphone agar tetap awet dan tidak cepat rusak.

Hindari Low-Battery

Jangan sampai daya baterai dalam keadaan low battery. Minimal 30 persen dan jangan sampai di bawahnya. Semakin sedikit daya baterai, maka semakin lama proses pengisian daya yang dapat membuat ponsel jadi panas dan cepat rusak.

Jika memang terpaksa dan kondisi tak memungkinkan, ponsel matikan saja saat baterai sisa 25 persen. Segeralah mencari sumber listrik. Tentu saja, selalu sedia charger di manapun Anda berada.

Gunakan Charger Original

Sebaiknya gunakan charger bawaan original saat isi daya baterai ponsel. Charger bawaan itu telah diuji keamanannya oleh vendor pembuat smartphone, dijamin kualitasnya.

Beda dengan charger palsu atau tidak original sebagai pengisi daya. Baterai ponsel akan cepat rusak karena output arus dan tegangan berbeda antara ponsel dan charger. Terlebih jika arus listrik charger baru lebih tinggi dari original, baterai cepat membengkak dan rusak.

Batasi Penggunaan

Di era sekarang, seringkali penggunaan smartphone melebihi batas wajar, seperti 12 jam atau lebih. Entah itu digunakan sebagai penunjang pekerjaan, media sosial, atau bermain online game. Faktor ini dapat memperpendek usia baterai karena otomatis charge cycle (siklus pegisian daya baterai dari penuh hingga habis) menjadi bertambah lebih cepat.

Silakan baca: 5 Aplikasi Edit Video Praktis Untuk Ponsel Android

Menurut penelitian dari Amerika, durasi ideal pemakaian gadget adalah 4 jam 17 menit. Jadi bijaklah dalam menggunakan ponsel. Jangan lupa mematikan aplikasi yang tidak aktif dengan membersihkan cache dan RAM. Sehingga baterai tidak cepat habis.

Aktifkan Pengingat Batas Penggunaan Baterai

Tips selanjutnya mengaktifkan pengingat batas penggunaan baterai. Umumnya masing-masing ponsel sudah memiliki fitur ini dan sudah otomatis aktif. Tapi kita bisa mengatur berapa persen perlu mengaktifkan pengingat itu. Standarnya, pengingat akan aktif saat baterai mencapai 15 persen.

Matikan Ponsel Saat Isi Daya Baterai

Mematikan ponsel saat pengisian daya dapat menjaga daya tahan baterai smartphone. Jika tak dimatikan kala mengisi daya baterai, kondisi smartphone akan semakin panas. Apalagi mengisi sambil mengoperasikan baterai. Akibatnya baterai akan cepat rusak atau lebih parah, ponsel bisa meledak.

Anda juga harus tetap memantau berapa lama proses pengisian terjadi. Jangan sampai mengisi daya hingga 100 persen dan tidak dicabut-cabut. Bisa-bisa, baterai Anda membengkak dan rusak.

Hentikan sebelum 100 Persen

Menghentikan pengisian daya baterai, sebelum 100 persen. Mengisi daya baterai hingga 100 persen dapat mengurangi keawetan baterai. Hal ini dibuktikan perusahaan produsen baterai smartphone, Cadex yang telah menguji resiko pengisian baterai smartphone.

Hasilnya, mereka menyatakan baterai dengan jenis lithium-ion merupakan baterai yang sangat sensitif dan akan mengurangi keawetan jika diisi hingga 100 persen. Jauh lebih aman pengisian daya dihentikan saat mencapai 90 persen saja.

Hindari Pemakaian Power Bank Terlalu Sering

Sama seperti charger tidak original, power bank juga sejatinya memiliki tegangan dan arus yang berbeda dengan charger original. Sebaiknya jangan gunakan power bank terlalu sering agar baterai tetap awet.

Pilihlah power bank dengan kriteria tepat. Pilihlah power bank yang nilai output maksimum dan total output setinggi mungkin; pilih kapasitas sesuai kebutuhan; pilih power bank dengan fitur terbaik, dan pilih merek power bank yang sudah teruji kualitasnya.

Aktifkan Penghemat Daya

Hampir semua smartphone telah dilengkapi dengan mode penghemat daya baterai. Dengan mengaktifkan mode ini, smartphone akan bertahan lebih lama dengan mengurangi sebagian fungsi secara otomatis, seperti brightness, jaringan seluler, Wi-Fi, hotspot pribadi, bluetooth, atau layar kunci otomatis.

Silakan baca: Tips Memilih Kacamata Sesuai Bentuk Wajah

Mode tersebut digunakan jika kondisi baterai ponsel sudah mencapai 40 atau 30 persen. Sehingga baterai semakin hemat tanpa harus mematikan smartphone.*

 

Sumber: brainberries.co