7 Merek Batik Lokal dengan Desain Kekinian

Merek Batik Lokal
Para model mengenakan busana koleksi Purana Indonesia. (dok. @puranaindonesia)

 

BandungKlik – Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Banyak jenama atau merek batik lokal melalui corak, motif, dan model busana batik yang tampil kekinian menyesuaikan perkembangan zaman.

Sejumlah inovasi batik dapat terlihat salah satunya dari event yang tahun lalu digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bertajuk “Hybrid Fashion Show Karisma Batik 2020: Bangga Pakai Batik”.

Berikut ada 7 jenama atau merek batik lokal yang tampil inspiratif di event tersebut dengan menyajikan beragam koleksi batik berdesain kekinian yang bisa dipakai sehari-hari.

Purana Indonesia

Didirikan desainer Nonita Respati pada 2008. Memiliki motif-motif batik yang unik dan eksplorasi teknik ikat celup yang menarik. Selain itu, batik Purana pun terkenal sebagai produk batik ramah lingkungan.

Purana menggunakan berbagai strategi khusus untuk meminimalisasi dampak lingkungan dan memastikan aspek keberlanjutan pada produknya tetap terjaga. Seperti mengolah limbah kain yang digunakan, pewarnaan alami, hingga menggunakan lebih banyak natural fibers untuk material kainnya.

Danjyo Hiyoji

Mengawali kiprahnya dengan galeri kecil di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun kini Danjyo Hiyoji yang didirikan Dana Maulana dan Liza Masitha tersebut, sudah melejit menjadi salah satu jenama fesyen lokal ternama dan tak pernah absen tampil di berbagai fashion show bergengsi di tanah air.

Koleksi batiknya mengusung konsep kesederhanaan dengan desain dan perpaduan warna yang unik dan berkarakter. Menariknya lagi, koleksinya dapat digunakan laki-laki maupun perempuan (unisex).

Kasee.id

Kasee hadir memberikan sentuhan yang berbeda guna mengubah stigma kuno yang melekat pada batik, yang menganggap batik hanya cocok untuk acara formal. Dengan slogan “inspire others to break through their barrier in life”, Kasee yang didirikan Vania Wijaya Gunawan ini menampilkan ragam koleksi busana batik untuk pakaian sehari-hari (activewear) hingga koleksi sportswear.

Ruang Titik

Koleksi batiknya terinspirasi dari salah satu satwa langka Indonesia yang juga menjadi maskot Provinsi DKI Jakarta, yaitu elang bondol. Wujud elang bondol disematkan pada busana batik milik Ruang Titik.

Silakan baca: Batik Bogor ‘Tradisiku’, Hadirkan Motif Klasik Bogor

Kemudian dipercantik dengan tambahan motif ornamen pepatran di sekitarnya untuk menciptakan tampilan yang indah nan ikonik. Balutan warna hitam dan corak warna coklat pada bagian motif gaun batiknya pun kian memberikan kesan mewah dan elegan.

Rumah Batik Jinggar

Rumah Batik Jinggar berhasil mengubah kesan batik yang identik dengan desain dan model tradisional. Mereka mengemasnya dengan gaya yang lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman. Meski mengusung konsep kontemporer, koleksi batiknya tetap menonjolkan sisi tradisional. Tak heran, batik dari Rumah Batik Jinggar banyak diminati, terutama kaum muda.

Bebatikan Jogja

Koleksinya tampil tanpa motif dan corak seperti batik pada umumnya, Bebatikan Jogja justru memberikan sentuhan berbeda. Mereka memadu-padankan motif batik dengan motif polos dan juga warna-warna cerah dan lucu. Produk batiknya banyak digandrungi kaum milenial, karena bisa digunakan untuk kebutuhan acara formal maupun pakaian sehari-hari.

Apikmen

Jenama fesyen lokal yang karya-karyanya berhasil merambah dunia internasional. Berkat kepiawaian pendirinya, Agus T. Sentosa, dalam berinovasi dan melihat peluang, membuat koleksi busana batiknya diminati banyak orang.

Seperti pada pagelaran Karisma Batik 2020 lalu, Apikmen memperlihatkan batik dengan motif khusus yang terinspirasi dari kondisi masa kini. Busana batik yang diusungnya memiliki beragam motif menyerupai bentuk virus Covid-19 yang dikemas secara apik dengan model kekinian.*

 

Sumber: indonesia.travel