BandungKlik – Saat berwisata ke kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta, banyak wisatawan yang fokus akan keindahan candi utamanya saja. Seperti Candi Wisnu, Candi Syiwa, Candi Brahma, Candi Garuda, Candi Nandi, dan Candi Angsa. Memang tidak salah, sebab sejumlah candi ini berada dalam satu kompleks.

Namun, jika ingin menikmati Candi Prambanan dari sudut atau sisi yang lain, wisatawan bisa menyambangi 5 spot menarik lainnya. Kelima spot ini masih berada dalam satu kawasan, jadi bisa sekaligus untuk menikmatinya.

Berikut 5 spot menarik lainnya di dalam kompleks Candi Prambanan yang wajib dikunjungi dan tak kalah memesona!

Candi Lumbung

"<yoastmark

Candi Lumbung menjadi spot pertama yang bisa wisatawan sambangi setelah keluar dari area candi utama Prambanan. Jaraknya pun cukup dekat, sekitar 700 meter atau sekira 10 menit jalan kaki.

Spot Candi Lumbung ini merupakan kompleks candi Buddha yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9. Di situ terdapat 17 bangunan candi yang terdiri dari satu bangunan candi induk dan 16 bangunan candi perwara. Seluruh candi perwara menghadap ke arah candi utama.

Silakan baca: 5 Destinasi Wisata Candi di Sekitar Borobudur

Belum diketahui secara pasti asal-usul penamaan Candi Lumbung. Namun, sejumlah sumber literasi menyebut, Lumbung adalah sebutan masyarakat setempat. Sebab, bentuk candi ini mirip lumbung alias bangunan tempat penyimpanan padi.

Candi Bubrah

Candi Bubrah Prambanan
Candi Bubrah (dok. Kemdikbud)

Candi Bubrah berjarak sekitar 200 meter dari Candi Lumbung. Tak ada tahun pasti kapan Candi Bubrah dibangun. Namun, diyakini masih satu masa dengan Candi Lumbung. Sebab, kedua candi ini sama-sama bercorak Buddha.

Kondisi Candi Bubrah sangat rusak saat ditemukan pertama kali. Hanya tersisa runtuhan bangunan candi setinggi dua meter. Itulah alasan kenapa candi ini dinamakan Candi Bubrah oleh masyarakat.

Candi Sewu

Candi Sewu
Candi Sewu

Spot berikutnya yakni Candi Sewu yang berjarak sekitar 500 meter Candi Bubrah. Wisatawan cukup jalan kaki sekira 7 menit untuk menuju lokasi. “Sewu” dalam bahasa Jawa berarti seribu, jadi banyak orang mengira, candi di sini berjumlah seribu.

Ditambah adanya cerita rakyat Roro Jonggrang yang meminta dibuatkan 1.000 candi oleh Bandung Bondowoso hanya dalam semalam, juga ikut andil dalam penamaan candi.

Namun faktanya, jumlah candi di kompleks ini kurang dari 1.000, bahkan kurang dari 300. Totalnya hanya berjumlah 249 yang terdiri dari satu bangunan candi utama, delapan candi apit, dan 240 candi perwara.

Silakan baca: Candi Borobudur, Inspirasi Peradaban Manusia

Candi Sewu yang diresmikan pada 714 Saka (792 M) juga sama seperti Candi Lumbung dan Candi Bubrah yang bercorak Buddha. Keberadaan Candi Sewu dekat Candi Prambanan yang bercorak Hindu menjadi bukti toleransi beragama saat itu.

Fakta menarik lainnya, Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia. Selama ini, banyak orang mengira candi Buddha terbesar adalah Candi Borobudur di Kabupaten Magelang. Namun dengan adanya 249 candi dan delapan Arca Dwarapala menjadi bukti.

Keistimewaan Candi Sewu, yakni telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO, bersama dengan Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Semua candi ini diberi nomor sama yaitu 642.

Museum Prambanan

Museum Prambanan
Museum Prambanan

Berlanjut ke Museum Prambanan yang menarik untuk dikunjungi. Wisatawan sama sekali tidak dikenakan tarif atau tiket untuk masuk ke Museum Prambanan alias gratis. Jam buka museum ini bersamaan dengan jam operasional Candi Prambanan.

Museum Prambanan memiliki tiga bangunan utama dan semuanya berisi artefak bersejarah yang ditemukan di kompleks Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Pada bangunan pertama, wisatawan akan diajak menikmati sejarah dan artefak dari kompleks Candi Prambanan.

Sedangkan di dalam bangunan kedua, wisatawan dapat mengetahui dan melihat bagaimana proses pembangunan candi. Terakhir, wisatawan bisa melihat sejumlah peninggalan benda di masa lalu seperti guci.

Penangkaran Rusa Prambanan

Penangkaran Rusa Prambanan
Penangkaran Rusa Prambanan

Di luar bangunan candi, di kompleks Candi Prambanan ini juga wisatawan dapat berkunjung ke penangkaran rusa. Ada puluhan ekor rusa tutul di penangkaran tersebut.

Silakan baca: 4 Hotel di Yogyakarta Tampil Unik dan Menarik

Awalnya hanya ada 12 ekor rusa yang didatangkan dari Istana Bogor, Jawa Barat. Namun kini, telah berkembang biak dan jumlahnya semakin banyak. Selain rusa, ada pula domba serta burung yang ditempatkan di kandang terpisah dengan rusa.*

Sumber & Foto: visitjawatengah