BandungKlik – Indonesia disebut sebagai negara superpower dalam bidang budaya oleh UNESCO. Julukan itu muncul mengingat tingginya kekayaan Indonesia dalam bidang seni budaya. Salah satunya alat musik tradisional khas Indonesia.

Pernyataan tentang negara superpower bidang budaya tersebut disampaikan Francesco Bandarin, Asisten Direktur Jenderal UNESCO bidang budaya, di sela-sela menghadiri Sidang Umum UNESCO ke-39.

Alat musik tradisional tersebut merujuk pada alat musik yang turun temurun hidup dan berkembang di daerah tertentu. Sekaligus menjadi bukti tingginya khazanah pemikiran dan kebudayaan Indonesia.

Pada umum dalam masyarakat adat, alat musik tradisional memiliki tiga fungsi utama. Alat musik tradisional ini tersebar di berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke.

Beberapa alat musik tradisional Indonesia bahkan sudah dikenal di mata internasional. Berikut ini lima alat musik tradisional khas Indonesia yang telah mendunia.

Angklung

alat musik tradisional angklung

Angklung sebagai alat musik tradisional  dari Jawa Barat ini yang sudah cukup sohor namanya telah mendunia. Alat musik berbahan bambu ini disusun sedemikian rupa sehingga saat digetarkan atau digoyangkan menghasilkan bunyi yang khas. Agar mendapatkan nada yang harmonis, angklung harus dimainkan banyak orang. Sebab satu angklung hanya mewakili satu tangga nada saja.

Silakan baca: Kampung Angklung Ciamis, Eksis Berdayakan Masyarakat

Alat musik tradisional ini termasuk salah satu pesona budaya Indonesia yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Terlebih, UNESCO telah mengakui angklung sebagai Warisan Budaya Dunia. Serta masuk dalam daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Di Bandung ada salah satu destinasi wisata yang menjadikan angklung sebagai sebagai daya tarik utamanya, namanya Sanggar Seni Saung Mang Udjo di Bandung.

Tifa

alat musik Tifa

Tifa merupakan alat musik tradisional daerah Papua dan Maluku yang memiliki bentuk seperti tabung dan dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbagi dalam beberapa jenis, yakni jekir, potong, dasar, dan bas. Umumnya alat musik ini digunakan saat upacara adat, pertunjukan musik, dan mengiringi tarian tradisional.

Ada sedikit perbedaan antara Tifa dari Maluku dengan Papua. Tifa Maluku memiliki bentuk tabung dan tidak diberi pegangan. Sedangkan di Papua bagian tengah tifa dibuat lebih melengkung, serta terdapat pegangan pada bagian tengah tifa.

Kolintang

Kolintang

Kolintang yang berasal dari Sulawesi Utara ini, awalnya digunakan untuk mengiringi upacara ritual adat berhubungan dengan penghormatan roh leluhur. Terdiri dari beberapa potongan kayu ringan yang disusun di atas rak kayu.

Dimainkan dengan cara dipukul dengan pemukul kayu khusus. Biasanya kolintang tidak dimainkan sendiri, melainkan secara kelompok.

Silakan baca: Ragam Kain Tradisional Indonesia yang Mendunia

Pada 2009 permainan kolintang secara massal berhasil memecahkan rekor dunia. Kala itu kolintang dimainkan 1.223 orang dengan keserasian permainan yang harmonis.

Kini fungsi alat musik kolintang bergeser ke arah industri kreatif. Alat musik khas Indonesia ini bertransformasi menjadi pengiring tari, lagu, hingga orkestra.

Sasando

Sasando

Menurut penuturan masyarakat adat, sasando telah digunakan di Rote (Nusa Tenggara Timur) sejak abad ke-7. Sasando merupakan salah satu alat musik tradisional khas Indonesia yang berupa dawai dan dimainkan dengan cara dipetik.

Sasando dibagi menjadi dua jenis berdasarkan struktur nada sasando yakni sasando gong dan sasando biola. Sekilas jenis suara yang dikeluarkan sasando mirip dengan gitar, biola, harpa, dan alat musik dawai lainnya.

Keunikannya terletak pada bagian utama berbentuk tabung panjang dari bilah bambu. Sasando pun menjadi salah satu alat musik tradisional khas Indonesia yang diusulkan mendapatkan penghargaan UNESCO.

Gamelan

Selanjutnya ada Gamelan yang merupakan gabungan dari beberapa alat musik tradisional khas Indonesia yang dimainkan secara bersamaan. Gamelan terdiri dari gong, kenong, gambang, saron, celempung, dan alat musik pendamping lainnya. Gamelan sendiri populer di Pulau Jawa dan Bali, ada gamelan Sunda, gamelan Jawa, dan gamelan Bali.

Silakan baca: Inilah 5 Desainer Indonesia yang Go Internasional

Selain di Indonesia, gamelan juga telah lama dikenal di kancah internasional. Bahkan beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada menyelenggarakan pendidikan seni gamelan. Gamelan pun telah masuk sebagai alat musik yang diakui UNESCO sejak 2014.

Menurut falsafah masyarakat Jawa, harmonisme irama musik gamelan melambangkan keselarasan hidup. Konon, dulunya gamelan digunakan untuk memanggil dewa-dewa yang menguasai daratan Jawa.*

 

Sumber & Foto: Kemenparekraf