4 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2021

Gelar Pahlawan Nasional 2021
Dari kiri atas: Usmar Ismail, Raden Arya Wangsakara, Sultan Aji Muhammad Idris, dan Tombolotutu. (Wikipedia)

 

BandungKlik – Pemerintah Indonesia kembali memberikan gelar Pahlawan Nasional sebagai rangkaian peringatan Hari Pahlawan ke-76 tahun 2021. Untuk tahun ini, ada empat tokoh yang mendapat anugerah gelar pahlawan nasional.

Penganugerahan gelar pahlawan telah menjadi agenda tahunan Presiden RI setiap 10 November. Ditujukan kepada tokoh yang dinilai menginspirasi dan ikut berjuang demi bangsa Indonesia.

Presiden Jokowi memberikan gelar pahlawan nasional tersebut di Istana Bogor, usai berziarah di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu pagi (10/11/2021).

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada empat tokoh itu, berdasarkan Keputusan Presiden RI No 109/TK2021. Tentang Penganugerahan Pahlawan Nasional.

Berikut ini sekilas profil dari empat tokoh yang tahun ini mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2021.

1. Haji Usmar Ismail dari DKI Jakarta

Tokoh yang dikenal juga sebagai “Bapak Perfilman Indonesia” ini, lahir pada 20 Maret 1921 dan wafat pada 2 Januari 1971. Meski sudah 50 tahun lalu wafat, sosok Usmar Ismail tetap lekang dalam ingatan masyarakat.

Usmar Ismail dikenal sebagai sosok seorang wartawan, sutradara film, sastrawan, dan pejuang yang menjadi pelopor perfilman dan drama modern di Indonesia. Usulan pemberian gelar datang dari Festival Film Indonesia (FFI) dan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid.

Nama Usmar besar di dunia perfilman nasional. Sepanjang hayatnya telah lebih membuat 30 film di era 1940 hingga 1960-an. Menurut laman Badan Bahasa Kemendikbudristek, Usmar memang punya perhatian khusus terhadap film.

Silakan baca: Bung Tomo, Seruan Takbir dan Arafah

Sahabatnya seorang sutradara, bernama Anjar merupakan orang pertama yang menggeret Usmar masuk langsung ke dunia perfilman. Saat itu, Usmar diminta menjadi menjadi asisten sutradara (Astrada) dalam film ‘Gadis Desa’. Film itu kemudian dirilis pada 1949.