10 Stilasi Penanda Peristiwa Bandung Lautan Api

stilasi bandung lautan api
Stilasi Bandung Lautan Api di Jl Ir H Djuanda. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Sebanyak 10 stilasi dibuat di 10 lokasi di Kota Bandung sebagai penanda dalam rangkaian peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946. Stilasi tersebut dirancang oleh seniman Sunaryo Soetono bekerja sama dengan Bandung Heritage.

Dibuat pada 1997, stilasi tersebut tersebar di lokasi berikut ini:

Jalan Ir H Djuanda – Jalan Sultan Agung

Stilasi ke-1 berada di depan gedung bekas kantor berita Jepang, Domei, yang kini difungsikan kantor Bank BTPN. Di kantor berita itulah untuk pertama kali teks proklamasi dibacakan dan disebarluaskan oleh rakyat Bandung.

Jalan Braga

Di persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan, stilasi ke-2 ditempatkan di depan Gedung DENIS (De Eerste Nederlandsch-Indische Spaarkas en Hypotheekbank (Bank Tabungan dan Hipotik Hindia Belanda Pertama) yang kini difungsikan sebagai kantor bank bjb. Pada Oktober 1945, pejuang Bandung bernama Moeljono dan E Karmas merobek bendera Belanda di menara gedung ini.

Jalan  Asia Afrika

Jika lewat Gedung Asuransi Jiwasraya di Jalan Asia Afrika yakni di sebelah timur Alun-alun, stilasi ke-3 dapat ditemukan. Gedung tersebut pernah digunakan sebagai markas resimen 8.

Jalan Simpang

Agak tersembunyi penempatan stilasi ke-4, yakni di sebuah rumah warga. Di tempat ini dilakukan perumusan serta pengambilan keputusan pembumihangusan Kota Bandung serta menjadi pusat komando meninggalkan kota.

SD Dewi Sartika

Stilasi ke-5 ditempatkan di depan SD Dewi Sartika, tak jauh di persimpangan Jalan Oto Iskandardinata – Jalan Kautamaan Istri.

Silakan baca: Bandung Lautan Api 1946, Ini Penyebabnya!

Jalan Ciguriang

Tepat di sebelah pusat perbelanjaan Yogya Kepatihan, stilasi ke-6 ditempatkan di sebuah rumah. Dulu, rumah tersebut digunakan sebagai Markas Divisi III Siliwangi pimpinan Kolonel AH Nasution.

Belakang Kampus Unpas

Di belakang kampus Universitas Pasundan (Unpas) tepatnya di antara Jalan Lengkong Tengah dan Jalan Lengkong Dalam stilasi ke-7 ditempatkan. Dulu, lokasi tersebut merupakan tempat tinggal warga Indo-Belanda.

Jalan Jembatan Baru

Jalan ini merupakan salah satu garis pertahanan pejuang saat terjadi pertempuran Lengkong. Di lokasi inilah ditempatkan stilasi ke-8.

Jalan Asmi

Stilasi ke-9 berada di SD ASMI yakni di Jalan Asmi. Dulu, bangunan sekolah tersebut digunakan sebagai markas pemuda pejuang Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia) dan BBRI (Barisan Banteng Republik Indonesia) sebelum peristiwa Bandung Lautan Api.

Jalan Moh Toha

Terakhir, stilasi ke-10 ditempatkan di Jalan Moh Toha tepatnya di depan Gereja Gloria. Bangunan ini sempat difungsikan sebagai gedung pemancar radio NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij) untuk menyebarluaskan berita proklamasi. *

Silakan baca: Mandi Darah di Fokkerweg, 20 – 22 Maret 1946

 

Sumber: humas.bandung.go.id